Senin, 26 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Target Ekspor Nikel 2026 Minimal USD45 Miliar, Bahlil Beberkan Peran Hilirisasi

✍️ Elsa Novitasari 🕒 15 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Target Ekspor Nikel 2026 Minimal USD45 Miliar, Bahlil Beberkan Peran Hilirisasi
Target Ekspor Nikel 2026 Minimal USD45 Miliar, Bahlil Beberkan Peran Hilirisasi Foto: Istimewa

InfoNasabah.com - Pemerintah menetapkan target nilai ekspor nikel Indonesia sedikitnya USD45 miliar pada 2026. Target ini melanjutkan lonjakan ekspor yang terjadi berkat hilirisasi, dari sekitar USD3,3 miliar pada 2017-2018 menjadi lebih dari USD40 miliar pada 2025, setelah ekspor bijih nikel dihentikan dan industri pengolahan dibangun di dalam negeri.

Target tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia mewakili Presiden RI Prabowo Subianto saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, Rabu (14/10). Bahlil menyebut hilirisasi sebagai kunci memperkuat nilai tambah sumber daya alam dan kemandirian ekonomi nasional. “Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Bahlil.

Komoditas nikel dijadikan contoh nyata hasil kebijakan itu. Nilai ekspornya naik bertahap dari sekitar USD3,3 miliar pada 2017-2018 menjadi USD34 miliar pada 2023, kemudian melampaui USD40 miliar pada 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa sumber daya alam memberi manfaat jauh lebih besar bila diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

Menurut Bahlil, hilirisasi merupakan bagian penting dari transformasi struktur ekonomi Indonesia, dengan dampak yang melampaui pembangunan fasilitas pengolahan. Kebijakan ini mendorong tumbuhnya industri pendukung, meningkatkan keterlibatan pengusaha nasional, memperkuat penguasaan teknologi, membuka lapangan kerja, dan memperluas pasar produk bernilai tambah.

Agar manfaat serupa dirasakan sektor lain, pemerintah menyiapkan peta jalan hilirisasi hingga 2040 dengan target investasi USD618 miliar. Cakupannya tidak hanya mineral dan batu bara, tetapi juga minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian. “Saya ingin menyampaikan bahwa master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai 618 miliar USD,” ungkap Bahlil.

Keberhasilan nikel dinilai menjadi bukti bahwa penciptaan nilai tambah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menguatkan kemandirian dan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong investasi pengolahan sumber daya alam agar kekayaan nasional memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

EN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update