Senin, 26 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Gaya Hidup
Gaya Hidup

Kemenpar Bawa 10 Merek Lokal ke TEI 2026 lewat Co-Branding Wonderful Indonesia

✍️ Elsa Novitasari 🕒 15 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng 10 merek lokal melalui program Co-Branding Wonderful Indonesia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang kerja sama bisnis internasional
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng 10 merek lokal melalui program Co-Branding Wonderful Indonesia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang kerja sama bisnis internasional Foto: Istimewa

InfoNasabah.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membawa 10 merek lokal ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 melalui program Co-Branding Wonderful Indonesia. Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan mitra internasional.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menyebut keikutsertaan ini sebagai langkah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha nasional dengan pembeli dan mitra dari berbagai negara. “Di TEI 2026, Paviliun Co-Branding Wonderful Indonesia tidak hanya memperkenalkan produk dan layanan para mitra, tetapi juga membuka ruang bagi buyer dan pelaku usaha untuk bertemu langsung, berdiskusi, dan menjajaki kerja sama,” kata Made dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Ia berharap kehadiran para mitra mampu memperluas akses pasar dan melahirkan kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

TEI ke-41 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. Di ajang ini, Kemenpar menghadirkan paviliun khusus dengan kampanye “Go Beyond Ordinary”. Selama 14–16 Oktober 2026, paviliun tersebut memfasilitasi pertemuan bisnis antara para mitra dengan pembeli dan pelaku usaha yang hadir.

Sepuluh merek yang ikut serta adalah Alamii, Artotel Group, Desa Timun Aniwayang, DISKOVERA DMC, eL Hotel Group, HeHa Group, JHL Collection, Kindercloud, Ma.ja Watch, dan White Horse. Mereka bergerak di beragam sektor, mulai dari perhotelan, destinasi wisata, layanan perjalanan, makanan, gaya hidup, hingga pendidikan.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar Firnandi Gufron menilai keberagaman sektor tersebut mencerminkan potensi produk dan layanan Indonesia untuk menembus pasar global. “Sepuluh brand di Paviliun Co-Branding Wonderful Indonesia datang dari dunia yang berbeda, mulai dari perhotelan, destinasi, hingga gaya hidup, namun dipersatukan oleh semangat ‘Go Beyond Ordinary’,” ujar Firnandi. Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan produk dan layanan berkualitas sekaligus destinasi wisata yang kompetitif.

Program Co-Branding Wonderful Indonesia sendiri merupakan inisiatif Kemenpar untuk memperkuat promosi pariwisata nasional lewat kolaborasi dengan pelaku industri lintas sektor. Menurut Made, kerja sama lintas sektor menjadi upaya menguatkan daya saing merek Indonesia sekaligus memperluas jangkauan promosi pariwisata di pasar internasional.

Kemenpar juga memandang pariwisata dan perdagangan saling terkait dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, karena belanja wisatawan mancanegara menjadi salah satu sumber devisa lewat ekspor jasa. Melalui TEI 2026, Kemenpar berupaya mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan calon mitra internasional untuk menjajaki kerja sama di bidang akomodasi, perjalanan wisata, destinasi, dan produk lokal.

Kemenpar turut membuka kesempatan bagi pelaku usaha nasional maupun internasional untuk bergabung dalam program Co-Branding Wonderful Indonesia guna memperluas jejaring bisnis dan promosi pariwisata.

EN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update