Senin, 26 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Hukum & Kriminal
Hukum & Kriminal

Kasus Penyerangan Bus Persib U-18, Polisi Tangkap Tiga Tersangka

✍️ Elsa Novitasari 🕒 19 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono bersama Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Theo Pratama dan Direktur Pengembangan Pemain Muda PT Persib Bandung Bermartabat Zaenal Arif memberikan keterangan pers terkait penetapan tiga tersangka kasus penyerangan dan perusakan bus tim Persib Bandung U-18 di Batang, Jawa Tengah, Senin (19/10/2026).
Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono bersama Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Theo Pratama dan Direktur Pengembangan Pemain Muda PT Persib Bandung Bermartabat Zaenal Arif memberikan keterangan pers terkait penetapan tiga tersangka kasus penyerangan dan perusakan bus tim Persib Bandung U-18 di Batang, Jawa Tengah, Senin (19/10/2026). Foto: ANTARA/Kutnadi

InfoNasabah.com - Polresta Batang menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan bus Persib Bandung U-18 di tempat istirahat KM 360 B Tol Batang-Pemalang, Jawa Tengah. Salah satu tersangka diduga mencuri dua koper milik pemain dan ofisial saat insiden berlangsung.

Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono mengatakan, ketiga tersangka berinisial BPA, HH, dan MF alias T ditangkap di lokasi dan waktu berbeda. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengembangkan perkara melalui pemeriksaan saksi, analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), serta pengumpulan alat bukti lainnya.

"Selain itu, dari pengembangan penyidikan pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, serta alat bukti lainnya, kami mengamankan tiga tersangka berinisial BPA, HH, dan MF alias T di lokasi dan waktu yang berbeda," katanya.

Penyerangan terjadi pada Minggu malam (11/10), ketika bus yang membawa pemain, ofisial, dan manajemen Persib U-18 berhenti di tempat istirahat KM 360 B Tol Batang-Pemalang. Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Surakarta menuju Bandung.

Pada waktu bersamaan, beberapa bus yang mengangkut suporter Persija Jakarta juga berada di lokasi untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Warsono menjelaskan, perselisihan bermula saat sejumlah penumpang bus Persib U-18 turun untuk menuju toilet. Salah satu ofisial yang mengenakan pakaian bertuliskan Persib Bandung kemudian terlibat perselisihan dengan beberapa orang di lokasi.

"Ketika sejumlah penumpang bus Persib U-18 turun menuju toilet, salah satu ofisial diketahui mengenakan pakaian bertuliskan Persib Bandung. Kondisi tersebut kemudian memicu perselisihan dengan beberapa orang yang berada di lokasi," katanya.

Perselisihan itu berujung pada kekerasan terhadap seorang anggota rombongan Persib U-18 berinisial PP. Korban dipukul hingga berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di sekitar tempat istirahat.

Sejumlah orang juga mengepung bus Persib U-18 dan melemparkan batu, kerucut lalu lintas (traffic cone), serta tongkat kerucut ke kendaraan tersebut. Aksi itu menyebabkan kerusakan pada bus.

PP mengalami luka robek di bagian dalam hidung, memar, serta pembengkakan pada wajah dan kepala. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang.

Sementara itu, bus mengalami kerusakan pada kaca belakang dan bodi kendaraan. Kerugian akibat kerusakan tersebut ditaksir mencapai Rp10 juta.

Warsono memaparkan, tersangka BPA diduga melakukan pemukulan terhadap korban dan melemparkan batu ke arah bus Persib U-18. Polisi menangkap BPA ketika berada dalam perjalanan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Penangkapan tersebut sebelumnya telah diumumkan kepolisian pada 12 Oktober.

"Saat ditangkap, kami juga menemukan barang yang berkaitan dengan narkoba di mana hasil tes urine yang bersangkutan positif mengonsumsi sabu-sabu dan ganja," katanya.

Tersangka berikutnya, HH, diduga melempar batu ke kaca bus serta menggunakan kerucut dan tongkat kerucut lalu lintas untuk merusak bodi kendaraan. Polisi menangkap HH di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada 15 Oktober.

Adapun MF alias T diduga mengambil dua koper milik pemain dan ofisial Persib U-18 dari bagasi bus ketika penyerangan berlangsung. Polisi menangkap MF di wilayah Jakarta Barat pada hari yang sama.

Dugaan pencurian dua koper tersebut terungkap dalam pengembangan penyidikan kasus penyerangan dan perusakan bus.

Direktur Pengembangan Pemain Muda (Youth Development) PT Persib Bandung Bermartabat, Zaenal Arif, mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap perkara tersebut. Ia berharap proses hukum berjalan hingga tuntas dan kejadian itu menjadi pelajaran bagi para suporter sepak bola agar tidak melakukan tindakan kekerasan.

"Kami berharap kasus ini cukup sampai di sini. Kami berpesan kepada suporter di Indonesia jaga kedamaian dan kasus ini bisa menjadi efek jera," katanya.

EN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update