Senin, 26 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kader Posyandu Prafi Papua Barat Punya Usaha Camilan Berkat Pendampingan Ekspedisi Patriot

✍️ Elsa Novitasari 🕒 22 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Kader posyandu di Distrik Prafi, Papua Barat, mengembangkan usaha camilan berbahan hasil kebun melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot.
Kader posyandu di Distrik Prafi, Papua Barat, mengembangkan usaha camilan berbahan hasil kebun melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot. Foto: DOK. Kementrans

InfoNasabah.com - Kader posyandu di Distrik Prafi, Papua Barat, kini punya usaha camilan berbahan hasil kebun sendiri berkat pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Sejumlah kader melaporkan keuntungan ratusan ribu hingga lebih dari Rp1 juta dalam sekali penjualan, padahal selama ini mereka bekerja sukarela tanpa gaji tetap.

Muthmainnah, Ketua Tim 3 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair), menyampaikan hasil tersebut.

“Kemarin, ada kader yang menyampaikan bahwa dalam satu kali penjualan mereka memperoleh keuntungan sebesar Rp 1.200.000, Rp 800.000, dan Rp 400.000,” ujar Muthmainnah, Kamis (15/10/2026).

Dari Honor Kecil Jadi Punya Usaha

Selama ini kader posyandu bertugas tanpa gaji tetap. Honor dari kegiatan membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pun hanya sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000. Perubahan dirasakan langsung oleh Lailatul Khoriyah, salah satu kader di Prafi.

“Yang awalnya kami belum memiliki usaha, sekarang menjadi memiliki usaha. Yang awalnya belum memiliki pemasukan, sekarang sudah mendapatkan pemasukan,” ujar Lailatul Khoriyah dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (22/10/2026).

Ia berharap program ini berlanjut agar produk para kader bisa berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, dari lokal hingga nasional.

Berawal dari Kondisi Ekonomi Kader

Menurut Muthmainnah, program ini berangkat dari kondisi ekonomi sejumlah kader yang memprihatinkan, padahal mereka melayani masyarakat secara sukarela.

“Para kader memiliki bahan pangan lokal yang tersedia di pekarangan, kebun, maupun sawah mereka. Biasanya, hasil panen tersebut hanya dijual mentah ke pasar,” katanya, Kamis (15/10/2026).

Melihat potensi itu, Tim Patriot melatih para kader mengolah hasil kebun menjadi camilan bernilai tambah. Pelatihan pertama digelar 3 September 2026 dengan teori dan demonstrasi langsung oleh ahli gizi puskesmas. Setelah itu, tiap kelompok punya satu hingga dua minggu untuk mencoba resep, lalu dilanjutkan uji rasa: kader meminta orang lain mencicipi produk dan memberi masukan soal rasa serta tekstur.

40 Kader, Lima Kelompok, Lima Produk

Dari 107 kader posyandu di Prafi, program ini menjangkau 40 kader yang dibagi dalam lima kelompok, masing-masing didampingi satu anggota Tim Patriot. Produknya beragam: keripik bayam, keripik keladi, keripik singkong, stik labu, dan sale pisang. Sesuai informasi program, semuanya dibuat tanpa pewarna, pemanis buatan, penyedap, maupun pengawet.

Tim Patriot juga membantu pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal lewat koordinasi dengan instansi terkait. Para kader pun dibimbing mencatat keuangan secara digital untuk menghitung biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan.

Sejalan dengan Visi Ekonomi Desa

Pengembangan usaha berbasis hasil kebun ini dinilai sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa desa adalah sumber kekuatan ekonomi nasional.

“Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa. Pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, pengrajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita dan anak-anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung mereka sendiri,” kata Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap Ekspedisi Patriot membantu mengidentifikasi potensi ekonomi secara objektif.

“Mudah-mudahan semakin banyak potensi ekonomi yang bisa diidentifikasi dengan objektif,” kata AHY dalam acara Open House 24 Jam Penuh Kementerian Transmigrasi di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang sempat meninjau hasil program di Prafi, menekankan pentingnya memastikan riset perguruan tinggi memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Pengembangan kajian dan riset tetap jalan tetapi harus hasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Iftitah saat meninjau Kampung Prafi Mulya, Sabtu (12/9/2026).

EN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update