Senin, 26 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia 2026 Menjadi 4,8 Persen

✍️ Elsa Novitasari 🕒 19 Oct 2026 👁️ 13x dibaca
Wakil Direktur di Departemen Asia dan Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF) Thomas Helbling berbicara dalam sebuah wawancara dengan Xinhua di Bangkok, Thailand, (12/10/2026).
Wakil Direktur di Departemen Asia dan Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF) Thomas Helbling berbicara dalam sebuah wawancara dengan Xinhua di Bangkok, Thailand, (12/10/2026). Foto: Xinhua/Rachen Sageamsak

InfoNasabah.com - Dana Moneter Internasional (IMF) mengapresiasi upaya China dalam mempertahankan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan. IMF juga menilai investasi luar negeri perusahaan-perusahaan China berpotensi membantu menyebarkan teknologi baru, terutama di sektor digital dan energi hijau, ke berbagai negara.

"IMF menyambut baik upaya proaktif China untuk mempertahankan sistem perdagangan multilateral dan berbasis aturan," kata Wakil Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Thomas Helbling kepada Xinhua dalam wawancara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2026 di Bangkok, Thailand.

Helbling menekankan pentingnya penyelesaian perbedaan mendasar yang memicu sengketa perdagangan. Menurut dia, negara dengan perekonomian besar seperti China memiliki peran penting dalam mendorong penyelesaian ketegangan tersebut.

"Pada akhirnya, penting bagi negara-negara untuk menyelesaikan ketegangan dan perbedaan mendasar di balik sengketa perdagangan. Bagi perekonomian besar seperti Tiongkok, penting bagi negara itu untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menyelesaikan beberapa perbedaan ini," ujarnya.

Ia juga berharap China dapat membantu negara-negara lain memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi melalui investasi asing langsung. Investasi perusahaan China di luar negeri dinilai dapat mendukung penyebaran sekaligus penerapan teknologi baru, termasuk teknologi digital dan energi hijau.

Di sisi lain, IMF masih menyoroti risiko fragmentasi geoekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut berpotensi menghambat arus perdagangan, memperbesar gesekan perdagangan, serta meningkatkan inefisiensi ekonomi di tingkat global maupun regional yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan.

Helbling mengatakan IMF telah lama mendorong negara-negara untuk menyelesaikan persoalan mendasar di balik ketegangan perdagangan. Menurut dia, sistem perdagangan yang ideal adalah sistem yang terbuka dan bersifat multilateral.

Mengenai ketahanan ekonomi China dan kawasan Asia, Helbling menyebut dampak guncangan energi pada tahun ini lebih terkendali daripada perkiraan sebelumnya.

"Dalam kasus China, pemerintah telah meredam dampak pada harga pengguna akhir dan memobilisasi sumber energi lain untuk mengimbangi sebagian guncangan negatif pada pasokan bahan bakar fosil," ujarnya.

Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin meluas dan memberikan dampak positif bagi berbagai perekonomian di kawasan Asia, termasuk China.

Dalam laporan Prospek Ekonomi Regional Asia dan Pasifik yang dirilis pada Kamis (15/10), IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 menjadi 4,8 persen. Angka tersebut meningkat 0,4 poin persentase dibandingkan proyeksi pada April.

Meski demikian, Helbling mengingatkan bahwa sejumlah langkah untuk meredam dampak guncangan pasokan energi, seperti penggunaan penyangga persediaan (inventory buffer), subsidi energi, dan pengurangan pajak, tidak dapat dipertahankan tanpa batas waktu.

Menurut dia, jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama atau semakin parah, persediaan negara-negara pada akhirnya akan menipis. Dalam kondisi tersebut, kenaikan harga secara penuh dapat memberikan tekanan yang lebih besar terhadap perekonomian.

Karena itu, ia merekomendasikan agar negara-negara membangun kembali penyangga persediaan untuk memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan guncangan pasokan energi berikutnya.

EN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update