Senin, 26 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Gaya Hidup
Gaya Hidup

Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Kebiasaan yang Perlu Diubah Menurut Dr. Jacqueline Wolf

✍️ Elsa Novitasari 🕒 22 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Hans Martin Paul via Pixabay
Hans Martin Paul via Pixabay Foto: Istimewa

InfoNasabah.com - Penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat meredakan gejala dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, mulai dari cara makan hingga posisi tidur. Sembilan langkah ini direkomendasikan Dr. Jacqueline Wolf, ahli gastroenterologi sekaligus profesor kedokteran di Harvard Medical School. Bila cara-cara ini tidak membantu atau gejala memburuk, penderita sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Gejala dan Pemicu

GERD kerap muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas. Gejalanya berupa nyeri di ulu hati, sensasi panas di dada (heartburn), serta mual dan muntah. Pemicunya umumnya pola makan yang kurang tepat, stres tinggi, dan kebiasaan buruk seperti merokok.

Mengatur Cara dan Jenis Makanan

  1. Makan dalam porsi kecil dan perlahan. Perut yang penuh membuat asam lebih mudah naik ke kerongkongan. Makan sedikit tetapi lebih sering dinilai lebih baik daripada tiga kali makan besar.
  2. Hindari makanan pemicu. Makanan yang sering memicu refluks antara lain mint, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang merah, bawang putih, kopi, teh, cokelat, dan alkohol.
  3. Jauhi minuman bersoda. Gas di dalamnya membuat orang bersendawa, yang dapat mendorong asam ke kerongkongan. Air putih adalah pilihan yang lebih aman.

Mengatur Aktivitas Setelah Makan

  1. Jangan langsung berbaring setelah makan. Beri jeda sekitar tiga jam sebelum tidur. Artinya, hindari tidur siang sesudah makan siang, serta makan malam terlalu larut atau ngemil tengah malam.
  2. Hindari aktivitas berat dan membungkuk. Berjalan santai masih boleh, tetapi olahraga berat dan gerakan membungkuk perlu dihindari karena dapat mendorong asam naik.

Mengubah Posisi Tidur dan Gaya Hidup

  1. Tinggikan bagian kepala saat tidur. Idealnya kepala berada 6 hingga 8 inci lebih tinggi dari kaki, misalnya dengan penyangga “ekstra tinggi” pada bagian tempat tidur yang menopang kepala. Dr. Wolf tidak menyarankan menumpuk bantal karena dinilai kurang efektif.
  2. Turunkan berat badan jika disarankan. Kelebihan berat badan dapat melemahkan tekanan yang menjaga sfingter esofagus bagian bawah tetap tertutup, sehingga asam lambung lebih mudah naik dan menimbulkan sensasi terbakar.
  3. Berhenti merokok. Nikotin dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah dan mengganggu pencernaan.

Memeriksa Obat yang Dikonsumsi

  1. Cek obat yang sedang dipakai. Beberapa obat dapat mengendurkan sfingter, di antaranya estrogen pascamenopause, antidepresan trisiklik, dan obat antiinflamasi pereda nyeri. Obat golongan bifosfonat, seperti alendronate (Fosamax), ibandronate (Boniva), atau risedronate (Actonel), yang dipakai untuk meningkatkan kepadatan tulang, dapat mengiritasi kerongkongan.

Kapan Harus ke Dokter

Jika langkah-langkah di atas tidak membuahkan hasil atau kondisi bertambah parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

EN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update